Game Manguni Squad Lolos Top 5 BEKRAF Katapel 2019
Top 5 BEKRAF Katapel ke Shanghai International Licensing Expo

By Ardian Infantono, S.Kom., M.Eng. 22 Mei 2019, 15:43:10 WIB Inovasi
Game Manguni Squad Lolos Top 5 BEKRAF Katapel 2019

Keterangan Gambar : Kepala Bekraf, Triawan Munaf (dua dari kiri), bersama tim Manguni Squad Bela Negara saat Demo Day Katapel Batch 2 - 2019, Kamis, (2/5/2019) di Jakarta. Bekraf, Kris


Pengumuman 5 IP Terbaik Katapel Batch 2 – 2019

Bekraf, Jakarta – 5 karya Intellectual Property (IP) terbaik akhirnya diumumkan dalam Demo Day Katapel Batch 2 yang dilakukan oleh Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) pada Kamis, 2 Mei 2019 di Jakarta. Gugug!, Mintchan, Ghosty’s Comic, Manguni Squad Bela Negara dan NKCTHI adalah 5 karya di antara 20 besar yang berhasil meyakinkan para juri dalam fase Top 20. 5 IP terpilih ini akan mendapatkan mentorship selama setahun dan berkesempatan untuk mengikuti berbagai acara bertaraf internasional, seperti China Licensing Expo 2019 di Shanghai.

“IP adalah inti dari ekonomi kreatif. Katapel ini adalah program yang kita harapkan bisa menjadi cara mengembangkan IP dengan dimonetisasi ke berbagai produk,” ujar Kepala Bekraf, Triawan Munaf, dalam sambutannya.

Demo Day merupakan puncak dari rangkaian Katapel Batch 2, para peserta sebelumnya telah dibekali pengetahuan melaluishort course yang menghadirkan para ahli dan mentor, seperti COO Design Licensing International, Mochtar Sarman; South-East Asia Licensing Business Director MediaLink Animation International Ltd, Bambang Sutedja; dan Country Head Animation International, Helena Irma Tegoeh. 20 IP yang berhasil mengikuti Demo Day diminta untuk menerapkan ilmu yang telah mereka dapatkan dan dipertemukan dengan undangan yang terdiri dari Brand Owners, Potential Investors, dan juga License Buyers.  

Andi, salah satu developer game Manguni Squad Bela Negara, Game First-Person Shooter (FPS) pertama buatan Indonesia menjelaskan tentang game ini. Ia mengatakan Manguni Squad Bela Negara menceritakan tentang perlawanan terhadap kejahatan seperti jaringan narkoba, pencuri artefak, dan hoaks internasional. Game ini memberikan sentuhan budaya lokal yang dihadirkan mulai dari lokasi permainan dan kostum karakter yang ditampilkan sepanjang permainan.

“Karakternya akan kami kembangkan terus, kami berkolaborasi dengan militer untuk strateginya,” ujar Andi. Melalui acara Katapel ini, ia mengungkapkan banyak sekali ilmu yang mereka dapatkan khususnya tentang IP itu sendiri. Saat ditanya apa tanggapannya setelah terpilih menjadi 5 IP terbaik, Andi mengaku kaget. “Kita tidak menyangka, awal mengikuti acara ini kami berpikir mampu tidak ya, karena belum ada bayangan tentang licensing. Bekraf luar biasa!”, ucap alumni S2 Teknologi Informasi UGM ini.

Hal tersebut diamini oleh Ardian, rekan satu tim Andi sesama developer yang juga berprofesi sebagai pilot TNI Angkatan Udara. Kolaborasi mereka yang tergolong unik berawal dari teman satu perkuliahan di S2 UGM hingga akhirnya timbul ide untuk membuat Manguni Squad Bela Negara. “Kedepan kami sudah memiliki rencana kerja sama dengan Museum Dirgantara,  Candi Prambanan, Candi Borodubur dan Aksi Bela Negara (ABN) RI. Riset adalah fondasi kami dalam mengembangkan game ini, jadi setelah selesai langsung dibuat jurnalnya, dan kami tidak terlalu memikirkan untung rugi,” kata Ardian. Fokus mereka adalah pelan-pelan menjadikan game ini familiar bagi anak muda Indonesia, karena untuk pengguna sendiri game ini sudah diunduh di 11 negara berbeda. (Kris)

(semua naskah bersumber dari BEKRAF : http://www.bekraf.go.id/berita/page/8/pengumuman-5-ip-terbaik-katapel-batch-2-2019) 




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment